Tuesday, June 14, 2011
Cinta
Friday, May 20, 2011
kabar yang aku takutkan slama ini
Wednesday, October 10, 2007
Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang
Nak, menangislah,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu. Bahwa
Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus quranmu tak juga
beranjak pada juz empat.jika itu adalah ungkapan penyesalanmu. jika itu
merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lailmu
yang centang perenang (ah, pasti kamu masih ingat obrolan tadi siang
ketika dengan senyum manisnya teman ruanganmu berucap, “alhamdulillah
tarawihku belum bolong. ” dan kamu merasa ada malaikat yang menjauh
darimu dan pindah padanya. Kamu merasa sendiri, terasing.)
Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa ada satu hamba
Allah yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena. Yang katanya berdoa sejak
dua bulan sebelum ramadhan, yang katanya berlatih puasa semenjak rajab,
yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib ramadhan, tapi…, tapi
sampai puasa hari ke tiga belas masih juga menggunjingkan kekhilafan
teman ruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan,
tak juga menambah ibadah sunnah… Bahkan hampir terlewat menunaikan
yang wajib.
Menangislah, lebih keras…
Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kamu
masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa beberapa
belas. Tak ada yang dapat menjamin usiamu sampai untuk Ramadhan besok,
sedang Ramadhan ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan
hilang, bersama nostalgia yang terus tumbuh bersama usiamu. Setengah
sadar menatap hidangan saat sahur, kolak-es buah yang tersaji saat
berbuka, menyusuri gang sempit saat tadarus keliling, petasan dan
kembang api yang disulut usai subuh. Ramadhan yang selalu membuka
ingatan masa kecilmu dan terus terulang mengisi tahun-tahun kedewasaan.. .
Menangislah,
Untuk dosa-dosa yang belum juga diampuni, tapi kamu masih juga menambahi
dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat, tetapi tak lama
kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat? Kamu bilang tak sengaja?
Tapi mengapa berulang dan tak juga kamu mengambil pelajaran? Syarat
taubatan nasuha adalah bertekad tidak mengulanginya lagi dan bukannya
bertobat sambil berucap ‘kalau kejadian lagi, yaa taubat lagi’…
Menangislah.
Dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini. Karena besok waktu akan
bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tahu-tahu sudah sepuluh
hari terakhir dan kamu belum bersiap untuk itikaf. Dan lembar-lembar
quran menunggu untuk dikhatamkan. Dan keping-lembar mata uang menunggu
disalurkan. Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.
Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali…
salam i’tikaf..
*rediyans
i’tikaf adalah percepatan amal…
bagaimana bisa masuk akal tentang ibadah 10jam bagai ibadah lebih dari
720.000 jam (1000 bulan)?*
oleh Agus Wahyudi • pada Oktober 4th, 2007 •
Wednesday, August 02, 2006
APAKAH ALLAH ITU ADA
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ketanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda: Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya2. Apakah yang dinamakan takdir3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab merekamemiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya
Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda: Saya tidak bisa
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda: Tidak
Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir
Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda: kulit
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: kulit
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: sakit
Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api,Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempatmenyakitkan untuk syeitan.
NB: Kiriman dari seseorang saya lupa.
Tuesday, July 25, 2006
PEDAGANG
1.kantong gua kering
2.berat badan gua nambah
3.kena omelan
4.dipandang orang sebelah mata
udah gitu mau kmana2 juga bingung kudu mikir2 berkali2
kerjaan gua sekarang "MATI" (makan tidur) aja
tiap hari begang ga jelas nongkrong ngalor ngidul kaya kucing nyari makan
yang paling nyesek utang ada dimana mana
Saturday, June 03, 2006
Menjerit ACEH Mengerang YOGYAKARTA


----------------
Blum sembuh luka ini
blom kering air mata ini
blum lega hafas ini
luka sudah bertambah.
-----------------
masih melekat diingatan kita terjadinya bencana alam di aceh (Tsunami)yang membuat kita menangis dan berdoa akan saudara2 kita.,kini yang tak kita sangka dan kita duga.saat kita terfokus akan gunung meletus warga2 mengungsi untuk menghindari akan letupan gunung.tiba tiba goncangan yang dasyat melanda yogyakarta,yang membuat bertambah lagi luka baru yang membuat kita harus tertunduk memohon pada ilahi,apa yang di isyaratkan apa yang di kabarkan kita tak tahu kita hanya memohon pengampunan and meminta ketabahan atas cobaan yang kita terima
"Dan sesungguhnya kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Innalillahi wa inaa ilaihi raaji'un" (Q.S. Al Baqarah: 155-156).